Tanggal 2 april 1984 exstra kuliah di universitas ternama di bandung ia bukan anak orang kaya ia masuk dengan beasiswa dari tempat sekolah sebelumnya ia bisa disebut orang yg pandai cerdas teliti dan wajah itu loh super ganteng. Di suatu hari ia sedang belajar di perpustakaan sendirian , ternyata ada seorang perempuan yg mengintipnya dari belakang pintu exstrapun merasa ada yg mengawasinya segera ia menghampiri kebelakang pintu tersebut itu ternyata hena, "helo hena apa kabar" kata exstra, sambil tersipu malu hena berkata saya baik baik saja exstra, exstra gimana kabarmu lama yah tidak bertemu. Hena adalah teman sekolah exstra waktu smp yang ngebet banget suka sama exstra namun extra tak menyadarinya . "ia hena" exstra menjawab kita kekantin yuu ga enak kalau ngobrol disini. Mereka berdua berjalan menuju kantin hena terus melongok melihat kegantengan exstra karna ia ta memperhatikan jalan yang ia pijak henapun jatuh tersungkur ke pojok lantai dan tak sadarkan diri. extra kaget, hena hena sambil mengoyang goyangkan tubuhnya esxtra bingung harus dibawa kemana tak ada orang begini dibawalah ia keruangan terdekat yg ada kursinya exstra mengambil hp hena, exstra menghubungi ayahya. "hallo apa benar ini dengan orang tua hena"kata exstra, iya benar ini dengan siapa kok yang telpon bukan henanya sendiri kemana hena, dengan nada marahnya, iya hena tadi bersama saya namun hena kurang memperhatikan jalan hena terjatuh tersungkur kena ujung tembok pak ia sekarang ada dikampus pingsan, apa kamu bilang kata ayahnya sambil membentak. Hena pingsan pak. Ayahnya langsung menutup telponnya. Ayah hena langsung ke garasi ngambil mobilnya ayahnya gak karuan membawa mobilnya karna tergesa gesa kepikiran anakya tiba tiba ditengah jalan ada seseorang nenek nenek dan ayah hena terkejut langsung membantingkan stirnya kesebelah kanan. Mobil ayah nya masuk kejurang ranting ranting menusuk tangki bensin hinga bocorlah, bengsinnya kemana mana membasahi pepohonan ranting ranting disana mobil ayahnya terjunkir pepohonan ranting ranting terbakar hinga hutan disana kebakaran yang begitu dasyat api menjalar mendekati mobil ayah hena, ayah hena menyadari itu ia berusaha keluar namun tak bisa, ia tak sadar ia tertusuk ranting yg lumayan besar ia berteriak tolong tolong adakah orang disana tolong tolong bantu saya sambil berusaha keluar api itu semakin dekat lebih dekat lagi terbakarlah dan dar bwarr terbakar mobil ayah hena, hena sadar hena merasa cemas dan berkata pada exstra " exs dimana aku kok hena sangat merasa cemas pada ayah ?" Exstra menjawab barusan saya telpon ayah mu ia sekarang mau kesini mungkin sedang diperjalanan, exstra dan hena menunggu datang, namun tak kunjung datang hena sangat cemas sekali exstra kita pulang tolong anterin saya ya exs, ayo hena kata exstra, tiba tiba ada telpon iya halo dengan siapa ini kata hena, ini mamah hena ayah kecelkaan sambil tergagugagu, masa mah kecelakaan dimana dijalan menuju ke kampusmu, hena langsung menancap gas tiba ditempat tujuan banyak orang yang melihat kebakaran dihutan banyak pemadam kebakaran, hena bertanya pada salah satu orang disana, pak ada apa ini kebakaranya hebat banget, ini neng dikabarkan disini ada kecelakaan seorang bapa bapa yg terjun kehutan ini yang menyebabkan kebakaran, hena tak sadarkan diri, di bawa ia kemobil oleh ekstra, exstra membawa hena ke rumah hena, exstra sangat gemeteran dan merasa ngeri melihat apa yang terjadi barusan, pas datang kerumah hena extsra melihat ibu hena sedang pingsan di halaman rumah, astaga kata exstra sambil menggendong hena exstra belari ke kamar dan segera keluar tuk membawa ibu hena,
